Sabtu, 31 Juli 2021

Ulasan Pembunuh Mid-end Poco X3 PRO

BY siti aisyah

Merek smartphone Poco dari Xiaomi kali ini tidak hadir sebagai flagship killer. Melalui PRO Poco X3, mereka memasuki segmen yang lebih terjangkau, mengobrak-abrik segmen menengah, dan digadang-gadang sebagai pembunuh kelas menengah.

Klaim pembunuh mid-end layak diberikan kepada Poco X3 Pro. Lalu dengan banderol harga Rp 3,1 juta untuk versi RAM 6 GB/ROM 64 GB, dan Rp 3,6 juta untuk RAM 8 GB/128 GB, membuat smartphone ini sulit untuk ditolak. Wajib diperhatikan bagi Anda yang memiliki budget pas-pasan.

Banyak alat pendukung yang tersedia dalam paket pembelian smartphone ini, antara lain charger adaptor 33 watt, kabel USB Type-C, case transparan, kartu garansi, dan buku manual. Ya, tidak ada earphone di sana. Beli sendiri, ya.

Ulasan Pembunuh Mid-end Poco X3 PRO

Tulisan Poco menyebalkan, tapi bisa ditutup dengan case

Di smartphone ini, Poco ingin menunjukkan keinginannya untuk mandiri dari identitas Xiaomi dan Redmi. Bagian belakang sangat mencolok dengan tulisan poco dan kamera yang besar.

Sungguh, teks Poco ini sangat mengganggu, walaupun ini adalah upaya Poco untuk memperkuat branding. Dia masih mengganggu kalau kita cuma pakai casing transparan bawaan. Cara terbaik untuk menutupinya adalah dengan pakai casing berwarna non-transparan.

Pada bagian belakang ponsel terdapat dua lapis cat, dan dua lapis tekstur, yang membentang dari bawah hingga atas. Punggung smartphone ini terbuat dari material polikarbonat.

Ada banyak komponen yang disematkan Poco pada bagian bingkai X3 PRO. Di sisi bawah menampung port USB Type-C, mikrofon, speaker, dan jack audio 3,5 mm. Yes, kamu bisa menancapkan earphone langsung ke jack audio.

Sementara di atas terdapat IR blaster dan earpiece yang juga berfungsi sebagai speaker. Dengan begini, Poco X3 PRO membawa dua speaker. Speaker ini mengeluarkan suara nyaring yang cukup baik, begitupun dengan unsur bass, tetapi tidak begitu asyik untuk treble-nya.

Di sisi kiri ada slot SIM card hybrid, yang berarti kamu harus memilih mau menancapkan dua kartu Nano SIM, atau satu Nano SIM dan satu Micro SD untuk menambah kapasitas penyimpanan.

Kemudian pada sisi samping kanan, kita bisa lihat ada tombol volume dan tombol power. Nah, tombol power ini juga berfungsi sebagai fingerprint.

Secara umum, Poco X3 PRO adalah smartphone yang terasa solid ketika berada dalam genggaman. Ini bukan smartphone yang besar, tetapi terasa lebar, dan tidak bisa dibilang ramping atau ringan. Nilai plus lain adalah sertifikat IP53 untuk perlindungan debu dan ketahanan terhadap percikan air.


Tombol power sebagai fingerprint

Langkah Poco menyatukan fungsi antara tombol power dan fingerprint, dilakukan untuk menekan budget produksi, yang pada akhirnya akan berdampak pada harga jualnya yang rendah.

Kalau kita memakai ponsel ini tanpa casing, kita bakal merasakan sebuah tekstur yang sangat kasar pada komponen fingerprint. Ibu jari tidak akan terpeleset jika memegangnya. Tetapi jika ponsel dikenakan casing, maka tekstur kasar ini tidak terlalu terasa karena bagian ujung tombolnya setara dengan casing.

Sensor sidik jari ini selalu bekerja secara cepat dan akurat. Satu hal penting lainnya, ia mudah untuk dijangkau oleh ibu jari kita.


Refresh rate 120 Hz

Layar Poco X3 PRO berukuran 6,67 inci yang telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5. Resolusinya 1.080 x 2.400 pixels dengan aspek rasio 20:9 dan kerapatan pixel 395 ppi. Layar ini mendukung HDR10, dilengkapi dukungan DRM Widevine L1. Artinya, kita bisa melakukan streaming konten HDR10 dari platform video seperti Netflix hingga YouTube.

Dia masih memakai IPS LCD, tetapi berdasarkan pengalaman, layar IPS di sini tetap menampilkan visual yang baik dan seharusnya bukan jadi suatu kekurangannya.

Keterangan refresh rate 120 Hz adalah hal paling menarik darinya. Namun, ada hal penting yang patut dicatat terkait itu. Ketika kita mengaktifkan pilihan refresh rate 120 Hz, HP ini tidak mengunci refresh rate pada angka tersebut.