Minggu, 29 Agustus 2021

Review Samsung Galaxy M02 untuk Anda

BY siti aisyah

Kepengin punya smartphone Android Samsung terbaru, yang paling murah, tapi punya layar dan baterai? Sisanya opsional? Maka kami kini punya pilihan yang menarik Hp Samsung Terbaru, dengan hadirnya Samsung Galaxy M02. Lagi-lagi hadir sebagai smartphone murah ke-sekian dari pabrikan asal Korea Selatan satu ini.

Makin banyak pilihan untuk konsumen saat ini, yang sebenarnya bisa ‘diterjemahkan’ menjadi dua makna. Yang pertama, bikin konsumen bingung karena tipe-nya sekarang semakin banyak. Yang kedua, Samsung bisa menyasar target konsumen yang lebih presisi. Karena selisih harga tipis pun, ada pilihannya.

Punya perbedaan minor dari Galaxy A02, sejatinya siapa target konsumen yang disasar oleh Samsung lewat lini seri M yang paling murah ini? Dan bagaimana bila dibandingkan dengan kompetitor di rentang harga sama? Berikut ulasan saya mengenai Samsung Galaxy M02.

Review Samsung Galaxy M02 untuk Anda

Desain

Meski hadir dengan harga yang sangat terjangkau, tak menjadi batasan untuk konsumen agar bisa mendapatkan sebuah smartphone yang menarik serta nyaman di genggaman. Membawa desain yang sama persis dengan Galaxy A02, Samsung Galaxy M02 tergolong stylish di kelasnya, lengkap dengan tekstur tambahan pada bodi belakangnya.

Selain berbeda opsi warna (biru & merah), corak atau bintik putih pada bodi belakang Samsung Galaxy M02 jauh lebih sedikit. Meski begitu, masih terlihat menarik terutama opsi warnanya yang cerah. Memang, dimensinya tergolong besar dengan bobot lebih dari 200 gram.

Selebihnya biasa saja, dengan tonjolan modul kamera belakang, tanpa hadirnya sensor sidik jari, aksesori pelengkap seperti soft case atau lapisan antigores.


Layar

Gunakan layar PLS IPS berukuran 6,5 inci, Samsung Galaxy M02 tergolong bisa berikan kualitas tampilan konten yang baik di kelasnya. Saturasinya cukup baik alias tidak terlalu pucat, walaupun secara kecerahan masih bisa lebih baik lagi. Bezelnya juga sedikit tebal, terutama pada bagian bawah.

Punya resolusi HD+, tak banyak yang bisa dikeluhkan, mengingat harganya yang murah. Sedikit keluhan yang saya rasakan, kemampuan fitur auto brightness tak bekerja secara semestinya—seringkali pencahayaan masih terlalu redup dari yang seharusnya. Semoga hanya itu software saja ya.

Dengan layar sebesar itu, sayangnya pengguna belum bisa memanfaatkannya kuntuk multitasking, atau jalankan dua aplikasi bersamaan secara split-screen. Dan ketika menampilkan warna tertentu, screen bleed terlihat tipis pada bagian bawah layar. Masih dalam taraf wajar, sih.


Kamera

Ketika kompetitornya kebanyakan hadir dengan satu kamera utama, Samsung mampu berikan nilai ekstra lewat setup dua kamera belakang. Sensor utamanya 13MP f/1.9, ditambah sensor 2MP f/2.4 untuk foto jarak dekat (makro). Sama seperti A02, tak dilengkapi dengan mode malam sampai mode potret menggunakan olah digital.

Secara kualitas, masih acceptable, lagi-lagi mengingat harganya ya. Dynamic range tergolong sempit, beberapa foto terlihat sangat halus, dan kamera 5MP f/2.0 juga standar saja. Berbeda dengan Redmi 9A yang bisa hasilkan foto potret dari kamera belakang hingga mode profesional, misalnya.

Berharap bisa hasilkan foto berkualitas tinggi? Tentu bakal salah. Namun kalau sekadar mengabadikan momen untuk dibagikan ke group WhatsApp maupun media sosial, masih tergolong oke kok. Perekaman videonya juga tentu belum dilengkapi EIS, maksimum beresolusi 1080p 30fps.


Fitur

Lebih mengutamakan kemudahan penggunaan daripada kaya akan fitur. Bahkan fitur seperti mengganti opsi tombol virtual di bagian bawah layar menjadi full gestur sentuh ditiadakan pada One UI 2.0 Core di Samsung Galaxy M02. Pertama kalinya saya melihat ada smartphone yang sepolos ini fiturnya.

Bukan masalah besar juga, sih. Peletakan tombol back dan multitasking juga masih bisa ditukar. Yang menyenangkan adalah tampilannya yang simpel, bahkan cocok dan bakal nyaman untuk digunakan orang tua. Dengan ikon besar dan bloatware tak banyak, mudah bagi mereka untuk mempelajarinya.